Kesalahan Menulis CV yang Membuat Tidak Diterima Dalam Melamar Pekerjaan


Setelah menyelesaikan sekolah tinggi atau SMA, kini Anda disibukkan untuk mencari pekerjaan pertama. Persaingan di dunia kerja sangat kompetitif, dimana tidak mudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Lalu bagaimana seharusnya Anda berkompetisi di antara para pelamar pekerjaan lainnya? Terkadang banyak kesalahan-kesalahan sederhana yang dilakukan yang bisa membuat seseorang tidak diterima saat melamar pekerjaan. Bisa jadi kesalahan tersebut karena kesalahan Anda dalam menuliskan tentang CV Anda. Berikut kesalahan-kesalahan dari pembuatan CV yang bisa membuat Anda sulit diterima perusahaan dalam melamar pekerjaan.

Kesalahan Menulis CV Saat Melamar Pekerjaan

Subjek email
Karena zaman sudah serba teknologi, maka melamar pekerjaan pun seringkali hanya lewat sebuah email. Akibat terburu-buru dan kurang teliti, banyak pelamar yang tidak memerhatikan penulisan subjek email yang diminta. Biasanya pihak rekrutmen akan meminta para pelamar untuk mencantumkan suatu subjek email tertentu agar memudahkan dalam pengolahan data pelamar yang masuk. Jadi ketika Anda lupa tidak mencantumkannya, maka bisa jadi CV Anda dilewatkan.

Pemilihan font yang terlalu besar dan kecil
Membuat CV atau resume harus dibuat secara ringkas, padat dan jelas. Namun jangan sampai Anda memilih ukuran huruf terlalu kecil untuk meringkas CV. Sebaliknya, karena ingin CV terlihat penuh maka Anda memilih ukuran huruf terlalu besar. CV sebaiknya dibuat dalam satu halaman saja, namun jika tidak memungkinan dua halaman juga masih bisa diterima. Selain ukuran huruf yang tidak boleh terlalu besar atau kecil, jenis huruf yang digunakan juga harus normal dan formal.

CV dibuat seperti proposal berlembar-lembar
Akan menyulitkan bagi para tim HRD jika harus membaca satu demi satu CV lamaran yang masuk hingga selesai. Mereka biasanya hanya melihat beberapa bagian paling menarik perhatian. Jika Anda membuat konsep CV bagai proposal berlembar-lembar, maka sudah dipastikan Anda tidak akan lolos. Tim rekrutmen menjadi malas membaca CV Anda dan kesulitan untuk meringkas isinya. Jadi buanglah hal-hal yang kurang penting dalam CV Anda dan buat CV secara ringkas dan padat dalam 1 hingga 2 halaman saja.

CV penuh warna
Pemilihan warna tulisan atau gambar pada CV juga perlu diperhatikan. Dengan tujuan agar CV terlihat menarik, Anda memberikan warna-warna cerah pada beberapa bagian sehingga CV terlihat ramai. Hal tersebut justru salah karena dianggap kurang serius dan tidak formal, kecuali Anda melamar pekerjaan yang berhubungan dengan bidang seni dan kreatif. Pilihlah warna yang tidak mencolok, juga tanpa terlalu banyak mengkombinasikan warna.

Foto amatir
Karena tidak sempat membuat pas foto, maka akhirnya Anda menggunakan foto diri yang diambil secara amatir. Hal tersebut juga dapat memastikan kegagalan lamaran kerja. Pas foto formal dan rapi merupakan hal penting karena menggambarkan kesan pertama diri Anda. Jadi pas foto menunjukkan keseriusan Anda dalam mengenalkan diri kepada perusahaan.

Deskripsi pengalaman dan keahlian
Ada bagian dimana Anda menjelaskan mengenai pengalaman berorganisasi dan pengalaman bekerja dalam CV. Jangan lupa untuk menjelaskan deskripsi pekerjaan untuk setiap pengalaman yang Anda miliki agar perusahaan tahu bagaimana Anda bekerja selama ini. Sedangkan untuk menjelaskan keahlian, cobalah untuk mendeskripsikan tingkat dan lingkup keahlian tersebut seperti apa.

Sumber
Advertisement

Subscribe to receive free email updates: