Mengapa Sholat Tidak Perlu di Ganti dan Puasa Harus Diganti Ketika Haid ?


Kali ini kita akan membahas tentang kaum wanita yaitu kenapa Allah s.w.t tidak menyuruh kaum wanita menggantikan solatnya ketika seseorang wanita itu datang haidnya atau mestruasi. tetapi apabila wanita itu tidak berpuasa karena datang haidnya..dia perlu mengganti puasa..Mengapa? hikmahnya?

Berikut Penjelasannya :

Logikanya kaya gini :
1 Tahun = 12 Bulan
Puasa = 1 Bulan. ( berarti 1/12. berarti ada sisa 11/12 )
Berarti puasa berbanding ga puasa = 1 : 11

Solat = setiap hari. 24 jam per hari dan 7 hari per minggu
tiada hari tanpa solat (bahkan 1 hari = solat 5x)
tidak ada waktu untuk pengganti, semua dah terisi.

Bagi wanita yg sudah datang bulan dan yang baru bersalin, meskipun diberi kelonggaran, tidak perlu menjalankan solat dahulu, tetapi jangan sampai melalaikan ingatnya kepada Allah swt. Walaupun demikian bagi wanita yg datang bulan tadi umpama berniat menjalankan solat menurut syarat - syarat yang ditentukan itu boleh saja, asal tidak merasa kotor badan nya, sebab pada hakekatnya yang menjadi halangan itu iyalah hati yang kotor yang berisi perasaan masih kotor badannya, jadi jika hatinya masih berisi perasaan yang demikian, solatnya juga tidak sah.
Demikian pula puasa. Sedang mengganti puasa merupakan cara untuk berlatih taat kepada perintah Allah swt, sebab pada hakekatnya puasa adalah mengendalikan hawa nafsu yang harus kita lakukan selama hidup untuk menjaga benih Kealahan atau iman yang telah ada didalam hati.

Udah taukan dan sekian dari saya semoga artikel yang berjudul Mengapa Shalat Tidak Perlu Diganti dan Puasa Harus Diganti Ketika Haid, berguna adan bermanfaat terutama bagi kaum wanita. terimakasih

Advertisement

Subscribe to receive free email updates: